Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia meningkat pesat pada tahun 2026 ini. Sebagai pemilik mobil listrik, Anda mungkin perlu mengirimkan kendaraan kesayangan antar pulau, baik untuk keperluan pindahan tugas maupun pembelian unit baru.
Namun, tahukah Anda bahwa mengirim mobil listrik memiliki prosedur yang berbeda dengan mobil konvensional (BBM)? Salah satu aturan krusial yang diterapkan oleh SLN Logistik dan operator kapal Roro adalah pembatasan kapasitas baterai di angka minimal 25% dan maksimal 50%.
Mengapa aturan ini sangat penting? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Menjaga Stabilitas Kimia Baterai
Baterai Lithium-ion pada mobil listrik berada dalam kondisi paling stabil saat memiliki daya di rentang menengah.
- Jika baterai 100%: Tekanan internal sel baterai berada pada titik tertinggi. Dalam perjalanan laut yang memakan waktu hari, kondisi ini meningkatkan risiko degradasi sel.
- Jika baterai < 20%: Ada risiko “baterai mati total” saat tiba di tujuan. Mobil listrik tetap membutuhkan daya untuk sistem komputer dan keamanan selama diam. Jika baterai habis total, mobil tidak bisa dikendarai keluar dari kapal dan berisiko merusak sistem kelistrikan.
2. Mitigasi Risiko Kebakaran (Thermal Runaway)
Aspek keselamatan adalah prioritas utama dalam logistik laut. Berdasarkan standar keselamatan pelayaran terbaru 2026, membatasi daya baterai maksimal 50% bertujuan untuk meminimalkan energi kimia yang tersimpan. Jika terjadi insiden (meskipun sangat jarang), baterai dengan kapasitas rendah jauh lebih mudah ditangani dan risiko penyebaran panasnya tidak se-agresif baterai penuh.
3. Memudahkan Operasional Bongkar Muat
Dengan kapasitas minimal 25%, tim operasional SLN Logistik dapat memastikan mobil Anda dapat dikendarai (Self-Drive) dengan aman saat masuk ke dek kapal dan saat keluar di pelabuhan tujuan. Anda tidak perlu khawatir mobil mogok di tengah antrean bongkar muat.
Prosedur Pengambilan Unit dengan STPK Resmi
Demi menjamin keamanan unit selama perjalanan, setiap mobil yang kami jemput wajib melewati proses inspeksi transparan yang dicatat dalam STPK (Surat Tanda Pengiriman Kendaraan):

- Pemeriksaan Fisik 360°: Pencatatan kondisi body pada diagram kendaraan untuk memastikan kondisi saat diterima dan diserahkan tetap sama.
- Inventaris Kelengkapan: Pemeriksaan detail interior seperti audio, ban serep, tool set, hingga surat kendaraan (STNK).
- Audit Operasional: Pencatatan angka kilometer (KM) dan level BBM saat serah terima untuk transparansi penuh.
- Bukti Sah: Dokumen ditandatangani oleh pengirim dan petugas lapangan sebagai bukti tanggung jawab resmi SLN Logistik.
Tips Persiapan Kirim Mobil Listrik via SLN Logistik
Sebelum menyerahkan unit kepada tim kami, pastikan Anda melakukan hal berikut:
- Cek Dashboard: Pastikan indikator baterai berada di antara 25% hingga 50%.
- Nonaktifkan Fitur Standby: Matikan fitur seperti Sentry Mode atau Remote Climate Control agar baterai tidak berkurang drastis selama pengiriman.
- Dokumentasi Lengkap: Foto kondisi fisik mobil dan sisa baterai terakhir sebelum unit diserahkan.
- Gunakan Asuransi: Kami selalu menyarankan penggunaan asuransi untuk perlindungan maksimal aset berharga Anda.
Kirim Mobil Listrik Aman dengan SLN Logistik
Kami memahami bahwa mobil listrik Anda adalah investasi besar. Dengan tim yang berpengalaman menangani berbagai tipe EV dan koneksi luas dengan armada kapal Roro terbaik, kami menjamin pengiriman yang aman, transparan, dan sesuai prosedur keselamatan.
⚠️ Informasi Pembayaran Resmi
Demi keamanan transaksi dan menghindari penipuan, pastikan Anda hanya melakukan pembayaran ke rekening resmi perusahaan:
- Bank : Bank BTN
- Nomor Rekening : 00319-01-88-000138-0
- Atas Nama : PT SYAMSUDDIN LOGISTIK NUSANTARA
Peringatan: Kami tidak bertanggung jawab atas pembayaran yang dilakukan ke rekening pribadi selain akun resmi di atas.
Butuh kuotasi harga atau jadwal kapal terdekat? Hubungi tim ahli kami sekarang:
- WhatsApp/Telp: 0812 581 581
- Email: info@slnlogistik.id
- Website: www.slnlogistik.id
Demi keamanan pelayaran. Baterai yang penuh memiliki tekanan sel yang tinggi. Sesuai standar keselamatan 2026, kapasitas 25% – 50% adalah titik paling stabil untuk meminimalkan risiko panas berlebih (thermal runaway) selama di dalam kapal.
Sangat aman. SLN Logistik bekerja sama dengan operator kapal yang memiliki kru terlatih dan area parkir khusus kendaraan listrik yang dilengkapi ventilasi udara yang baik.
Lama pengiriman tergantung rute. Untuk rute Jakarta-Makassar atau Jakarta-Kalimantan biasanya memakan waktu 3-5 hari perjalanan laut sejak kapal berangkat.
Biasanya terdapat penyesuaian pada biaya asuransi karena nilai aset mobil listrik (EV) yang lebih tinggi. Kami sarankan Anda menghubungi admin di 0812 581 581 untuk mendapatkan kuotasi resmi.
Itulah alasan kami mewajibkan baterai minimal 25%. Namun, jika terjadi hal darurat, tim operasional kami di lapangan siap membantu koordinasi hingga unit sampai di tangan Anda.



